{"id":2947,"date":"2025-07-29T08:43:40","date_gmt":"2025-07-29T08:43:40","guid":{"rendered":"https:\/\/sustainablegreenforum.com\/id\/?p=2947"},"modified":"2025-07-29T09:37:20","modified_gmt":"2025-07-29T09:37:20","slug":"strategi-bisnis-di-era-green-steel-antara-adaptasi-dan-inovasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/sustainablegreenforum.com\/id\/blog\/2025\/07\/29\/strategi-bisnis-di-era-green-steel-antara-adaptasi-dan-inovasi\/","title":{"rendered":"Strategi Bisnis di Era Green Steel: Antara Adaptasi dan Inovasi"},"content":{"rendered":"\t\t
\n\t\t\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t
\n\t\t\t
\n\t\t\t\t\t\t
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t

Perubahan iklim bukan hanya isu lingkungan, tetapi kini telah menjadi faktor penentu arah bisnis, termasuk bagi industri baja yang selama ini dianggap tradisional dan berat. Di tengah transformasi global menuju dekarbonisasi, strategi bisnis harus dirancang ulang. Liwa Supriyanti, Direktur wanita di Gunung Prisma, menjadi salah satu suara penting yang menyerukan adaptasi struktural demi daya saing industri nasional.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t

\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t

Bisnis Baja Tak Lagi Bisa Hanya Andalkan Volume<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t

Selama bertahun-tahun, strategi bisnis industri baja sangat bergantung pada ekspansi volume, efisiensi biaya, dan eksploitasi sumber daya domestik. Namun, lanskap global 2025 menunjukkan sinyal yang berbeda. Negara-negara konsumen utama dari Uni Eropa hingga Jepang, mulai memprioritaskan jejak karbon dalam pengadaan material.<\/p>

\u00a0<\/p>

Dalam konteks ini, diferensiasi berbasis keberlanjutan menjadi kebutuhan. Strategi bisnis tidak lagi sekadar “lebih murah”, tetapi harus menjadi “lebih bersih”, “lebih efisien”, dan “lebih adaptif”.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t

\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t

Liwa Supriyanti: Strategi Bisnis Harus Luwes tapi Visioner<\/h2>\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t
\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t

Dalam catatannya yang dimuat pada artikel Transformasi Industri Baja: Catatan Profesional dari Liwa Supriyanti, Liwa menekankan pentingnya strategi yang kolaboratif dan dinamis. Strategi semacam ini memungkinkan perusahaan baja untuk tetap kompetitif meskipun berada dalam tekanan kebijakan global seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM).<\/p>

\u00a0<\/p>

Menurut Liwa, strategi bisnis masa depan harus mencakup:<\/p>

\u00a0<\/p>