5 Cara Agar Bisnis Anda Bisa Melakukan Praktik Berkelanjutan

Sudah menjadi hal yang umum bagi konsumen dan klien untuk meminta pertanggungjawaban atas dampak lingkungan yang diakibatkan dari bisnis yang mereka jalankan. Terutama dengan kemajuan besar yang telah terjadi dalam beberapa tahun belakangan ini, tidak melakukan praktik yang mendukung keseimbangan ekologi menggambarkan pendirian sosial yang dimiliki sebuah perusahaan. Meskipun sudah diterima sebagai sebuah fakta, walau tidak semua, secara tradisional bisnis hanya berfokus kepada profit, sepanjang keberlanjutan menjadi topik hangat dan masalah yang mendesak bagi perusahaan-perusahan di masa ini, hal ini sudah seharusnya menjadi pertimbangan bagi perusahaan. Dan sebelum mencari cara untuk membangun strategi praktik keberlanjutan yang bisa mendorong perubahan nyata bagi lingkungan dan dunia, sebuah perusahaan harus terlebih dahulu melihat beberapa faktor internal untuk menentukan dampak yang mereka miliki saat ini terhadap lingkungan, sebelum mengubah diri mereka menjadi sebuah perusahaan yang sadar akan isu lingkungan.

Menjadi Hijau dengan Praktik Berkelanjutan

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa konsumen di Indonesia berada pada urutan teratas dalam hal berhati-hati ketika mereka akan berbelanja. Menurut Indeks Konsumen Masa Depan EY terbaru, konsumen di Indonesia menjadi lebih berhati-hati karena mereka harus mengelola biaya hidup yang setiap tahunnya semakin naik, dan lebih condong untuk memiliki tabungan masa depan dibandingkan menghabiskannya dengan berbelanja. Selain memiliki produk alternatif yang lebih murah untuk diperjual belikan, tren lain yang diamati dalam survei ini, adalah sejumlah besar konsumen di seluruh Indonesia memilih untuk melakukan pembelian yang sifatnya lebih berkelanjutan. Faktanya, 72% konsumen yang disurvei telah berkomitmen untuk lebih memperhatikan dampak lingkungan dari pembelian yang mereka lakukan. Dengan 52% konsumen Indonesia menyatakan bahwa mereka cenderung melakukan pembelian dari brand yang selaras dengan nilai yang mereka anut, hal ini menjadi penting bagi perusahaan untuk menerapkan praktik keberlanjutan agar tetap menjadi yang terdepan dalam persaingan. Jadi, apa saja jenis-jenis praktik bisnis berkelanjutan yang dapat dipertimbangkan oleh sebuah perusahaan untuk dilakukan agar dapat memenuhi permintaan konsumen yang terus berubah?

1. Pertahankan Rantai Pasokan Lokal

Dengan globalisasi, mengimpor dan mengekspor barang menjadi lebih mudah dilakukan. Namun, kegiatan tersebut menggunakan transportasi baik melalui darat, laut dan udara yang dapat menjadi salah satu kontributor utama penyebab gas rumah kaca dan memperparah kerusakan perubahan iklim. Untuk mengurangi jejak karbon, salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan sebuah perusahaan adalah memikirkan kembali rantai pasokan yang mereka gunakan – dan hal ini harus dimulai dari pertama kali rantai pasokan dibuat. Untuk sektor bisnis yang memproduksi dan menjual produk, hal pertama yang harus mereka lakukan adalah mencari bahan produksi secara bertanggung jawab, serta memastikan bahwa mereka menerima perjanjian perdagangan yang adil dan sejenisnya. Setelah itu, hal-hal seperti mengurangi emisi karbon dapat dilakukan dengan menjaga produksi sebuah barang tetap dilakukan di pabrik lokal. Setelah itu perlu dipastikan bahwa barang fisik akan sampai ke pelanggan dengan cara yang ramah lingkungan. Hal tersebut merupakan beberapa cara utama untuk membuat bisnis lebih bersifat berkelanjutan. Selain itu, dengan menerapkan praktik-praktik berkelanjutan tersebut, hal ini akan membuat ekonomi di daerah lokal akan terdukung secara optimal.

2. Beralih ke Energi Terbarukan & Alternatif Hemat Energi

Ketika melihat kembali ke rantai pasokan, hal yang sering diabaikan adalah pemakaian jumlah energi dan sumber daya alam yang digunakan untuk memproduksi suatu produk. Di saat biaya awal investasi infrastruktur yang menggunakan energi hijau bisa saja tinggi, manfaat jangka panjang atas penggunaan energi hijau ini akan menimbulkan dampak positif yang lebih besar, dibandingkan dengan sumber daya tak terbarukan dan polusi yang dihasilkan dari bahan bakar fosil. Apakah bisnis Anda tidak memproduksi produk dan apakah Anda memiliki tim staf yang bekerja di kantor? Beralihlah ke peralatan hemat energi seperti mengintegrasikan sistem pencahayaan otomatis atau menggunakan lampu LED adalah langkah sederhana yang dapat dilakukan oleh bisnis-bisnis kecil, tidak hanya menyelamatkan bumi tetapi juga dapat menghemat uang untuk tagihan listrik.

3. Gunakan Kemasan Produk Berkelanjutan

Aspek lain dari rantai pasokan yang dapat diubah untuk lebih menerapkan praktik keberlanjutan, adalah dengan memangkas proses manufaktur atau menganalisa ulang kemasan yang digunakan. Bagi bisnis berskala besar, kemasan menjadi bagian penting dalam operasi mereka, yang seringkali banyak menggunakan kemasan plastik. Untuk memfasilitasi produksi kemasan produk tersebut tidak menimbulkan limbah, pertimbangkanlah penggunaan kertas atau kemasan karton yang dapat didaur ulang, bukan plastik yang tidak dapat terurai dan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir.

4. Membentuk Tim Audit Internal

Untuk memastikan bahwa bisnis Anda selalu berada di jalur yang benar dalam mencapai tujuan lingkungan tertentu, sangat penting untuk memiliki tim internal yang dapat mengukur seluruh kemajuan. Tim audit internal ini tidak hanya akan memberikan dukungan yang diperlukan untuk tetap menjadi yang teratas dalam praktik berkelanjutan, tetapi juga dapat memberikan metodologi dan inisiatif baru, sehingga setiap pencapaian dapat dicapai pada waktu yang tepat.

5. Berikan Edukasi ke Karyawan Anda

Tentu saja, agar semua praktik ini bisa membawa perubahan positif, perusahaan harus terlebih dahulu memberikan edukasi kepada karyawannya tentang semua isu yang sedang dihadapi. Melalui edukasi kepada karyawan, mereka dapat melihat gambaran besar, memahami proses dan inisiatif baru, serta menyadari bahwa mereka memiliki peran di dalam setiap langkah yang dibuat.

Memimpin Jalan Menuju Keberlanjutan

Ada banyak jalan yang dapat diambil untuk perusahaan menjadi lebih berkelanjutan. Baik mereka memilih untuk merestrukturisasi seluruh rantai pasokan atau mengambil langkah satu per-satu, sangat penting untuk memulai sekarang dan mencari tahu perjalanan ramah lingkungan mana yang paling cocok. Di Gunung Prisma, contohnya, kami berkomitmen untuk memberikan solusi ramah lingkungan kepada klien kami. Dari sumber baja hingga teknologi yang digunakan selama produksi, praktik keberlanjutan tetap menjadi yang terdepan dalam visi dan misi bisnis Gunung Prisma, sehingga kami dapat membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik. Selain itu, Liwa Supriyanti mengatakan, “Setiap organisasi berkontribusi terhadap perubahan iklim dan polusi dengan satu atau lain cara. Penting bagi kita semua untuk melihat bahwa krisis iklim adalah masalah serius dan menerapkan praktik keberlanjutan dapat membantu memperbaikinya. Apa pun solusinya, dengan mempertimbangkan dampak jejak karbon terhadap lingkungan, kita dapat membantu komunitas dan menyelamatkan bumi.”