4 Jenis Inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan

Sudah diketahui secara luas bahwa tanggung jawab sosial baik untuk semua bisnis. Di saat banyak organisasi memahami aspek dasar tanggung jawab sosial seperti menjadi penyalur yang optimal untuk menolong masyarakat atau untuk menunjukkan apresiasi mereka kepada pelanggan, meningkatkan fokus mereka pada hal ini membutuhkan pemahaman yang lebih banyak tentang apa yang termasuk di dalamnya. Menjadi sebuah konsep yang sangat luas, setiap perusahaan harus menerapkannya dengan cara mereka sendiri yang unik sehingga operasi perusahaan lebih optimal dan bukan justru terdampak dan inisiatif yang diambil memang bermanfaat bagi masyarakat. Hal ini artinya dalam membutuhkan waktu untuk memahami ide yang mendasari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan jenis-jenis CSR itu penting.

Apa Sebenarnya Tanggung Jawab Sosial Perusahaan itu?

Sebelum menyelami setiap kategori dari berbagai inisiatif CSR yang dapat dilakukan oleh bisnis Anda, apa sebenarnya arti dari tanggung jawab sosial di dunia saat ini? CSR adalah salah satu kunci agar perusahaan dapat menunjukkan bahwa mereka bertindak dengan cara yang bertanggung jawab secara sosial dan menganggap serius hal-hal seperti dampak sosial dan lingkungan. Diterangkan melalui inisiatif seperti berdonasi dengan tujuan yang baik atau menghindari mempekerjakan sumber daya yang mengarah pada mempekerjakan anak, masing-masing strategi ini sangat bergantung pada filosofi, nilai, dan tujuan bisnis secara keseluruhan.

 

Jadi, apa saja empat jenis CSR untuk bisnis dan seperti apa tindakannya?

1. Tanggung Jawab Lingkungan

Seperti namanya, tanggung jawab lingkungan merupakan langkah-langkah yang diambil untuk menjaga Bumi tetap aman dengan mengurangi polusi dan mengurangi dampak perubahan iklim. Ini berarti bahwa bisnis harus menjalankan organisasi mereka dengan cara yang ramah lingkungan sesering mungkin. Perusahaan yang memiliki tanggung jawab lingkungan tidak hanya mengikuti 3R – Reduce, Reuse, dan Recycle. Namun juga menjadi bagian di dalamnya seperti menanam pohon, mendanai penelitian, meningkatkan penggunaan energi terbarukan atau mengurangi konsumsi air adalah hal-hal yang dapat dilakukan perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap dampak bisnis mereka terhadap lingkungan. Tentu saja, ini tergantung pada ukuran bisnis dan industrinya. Bagi bisnis yang lebih kecil, tindakan sederhana seperti menerapkan program daur ulang di seluruh perusahaan biasanya sudah cukup.

2. Tanggung Jawab Etis

Di Indonesia, beberapa upaya telah dilakukan untuk menghapuskan dampak-dampak buruk dalam mempekerjakan anak-anak. Faktanya, Indonesia tetap berkomitmen untuk menghapuskan segala bentuk tindakan mempekerjakan anak pada tahun 2022. Namun, apa hubungannya pemenuhan janji yang bertujuan untuk pembangunan global Indonesia tersebut dengan CSR? Di sinilah tanggung jawab etis muncul. Segala sesuatu tentang menjalankan organisasi secara adil dan etis, jenis CSR ini mencakup segala hal mulai dari memberikan upah minimum yang lebih tinggi kepada staf hingga tidak mendukung tindakan mempekerjakan anak.

3. Tanggung Jawab Filantropi

Kategori CSR berikutnya adalah tanggung jawab filantropi yang menekankan pentingnya bisnis secara aktif mencari cara untuk membangun dunia, masyarakat, dan komunitas terdekat menjadi tempat yang lebih baik. Oleh karena itu, selain bertindak secara etis dan ramah lingkungan, organisasi juga harus membantu masyarakat secara langsung. Ini dapat berupa mensponsori organisasi nirlaba atau mengadakan penggalangan dana untuk tujuan yang mereka yakini – mana saja yang paling sesuai dengan misi dan visi mereka.

4. Tanggung Jawab Ekonomi

Jenis CSR yang terakhir dan penutup adalah tanggung jawab ekonomi, yaitu tentang membuat keputusan keuangan berdasarkan apa yang terbaik untuk perekonomian dan bukan hanya meningkatkan laba perusahaan saja. Meskipun hal ini sulit untuk dicapai dan dirangkul sepenuhnya, jenis CSR ini sering terjalin dengan jenis-jenis CSR lainnya yang disebutkan di atas. Hal ini dapat berupa bentuk sederhana dari kompensasi karyawan yang adil daripada membayar upah minimum hanya agar bisnis dapat memaksimalkan keuntungan.

Seperti Apa Bentuk Nyatanya?

Baik itu tanggung jawab lingkungan, filantropi, ekonomi, atau etika, apa pun jenis usaha CSR yang dilakukan perusahaan, merangkul salah satu dari mereka adalah baik bagi bisnis dan masyarakat. Mengambil alih dan melakukan yang terbaik dalam proyek-proyek kemanusiaan seperti memberikan sumbangan untuk memastikan bahwa masyarakat mendapatkan akses yang lebih baik ke perawatan medis atau menutup kesenjangan upah gender, akan meningkatkan nilai brand. Lagi pula, membuktikan kepada publik bahwa bisnis bertanggung jawab dan berencana untuk melakukan perubahan sosial adalah cara yang baik untuk tetap berada di posisi terdepan dalam persaingan apa pun.

Berinvestasi dalam Inisiatif Tanggung Jawab Sosial Perusahaan untuk Mewujudkan Dampak

Terdapat beberapa cara bagi organisasi untuk membangun citra yang sadar akan sosial. Berkomitmen pada praktik tanggung jawab sosial tertentu, baik fokus pada satu atau keempat jenis CSR, tidak diragukan lagi akan berdampak pada kepuasan karyawan, retensi pelanggan, dan rasa hormat publik. Terus berpikir untuk memperbaiki masa depan dan membantu masyarakat di Indonesia, Gunung Prisma mengutamakan CSR dalam menjalankan bisnis. Selain itu, Liwa menyatakan “Saya percaya bahwa bisnis yang sukses melihat lebih dari seberapa banyak keuntungan yang didapat dan berapa banyak klien yang diperoleh. Untuk memimpin dalam industri yang kompetitif, memulai misi dan inisiatif yang bertanggung jawab secara sosial adalah suatu keharusan. Dan itulah tepatnya yang saya dan Gunung Prisma lakukan untuk memicu perubahan yang sangat dibutuhkan yang kita semua ingin lihat di dunia saat ini.”